Laman
Jumat, 23 September 2016
Minggu, 06 September 2015
Jumat, 16 Januari 2015
Tugas Ananda Nizar SAH
KISAH NABI MUHAMMAD SAW
Ringkasan
Sejarah Nabi Muhammad Saw dari Lahir Hingga Wafat Satu-satunya rasul Allah yang
diutus untuk semua ras dan golongan adalah nabi Muhammad saw. Karena itu
ajarannya sangat universal; tidak hanya tentang ibadah dan keakhiratan, namun
juga urusan-urusan diniawi yang mencakup semua sisi kehidupan manusia, mulai
dari masalah makan hingga urusan kenegaraan. Namun demikian, masih banyak orang
yang buta terhadap pribadi dan kehidupan beliau. Akibatnya, mereka terhalang
untuk melihat dan merasakan kebenaran yang dibawanya.
1. Nama dan
Gelar Nabi Muhammad Saw Di dalam HR Bukhari dan Muslim disebutkan nama dan
gelar Nabi Muhammad SAW, antara lain : - Ahmad - Al-Mahi - Al-Hasyir - Al-'Aqib
- Muqaffi - Nabiyyuttaubah - Nabiyyurrahmah. Pengertian nama-nama nabi Muhammad
Saw : Ahmad : yang paling terpuji karena akhlak karimahnya, dan paling banyak
memuji Allah. Al-Mahi
(pengikis/penghapus) : karena Allah mengikis kekufuran dengan
mengutusnya, Al-Hasyir (penghimpun) : sebab nanti di hari kiamat seluruh
manusia berhimpun di hadapan beliau, ada yang mengatakan di bawah perintah
beliau. Al-'Aqib (penutup) : karena beliaulah nabi dan rasul penutup. Muqaffi
(yang mengikuti) : maksudnya mengikuti dan melanjutkan jejak risalah para nabi.
Nabiyyuttaubah (nabi taubat) : meski beliau sudah ma'shum dalam artian bersih
dari dosa, namun beliau banyak bertaubat. Dalam satu riwayat beliau bertaubat
hingga 70 kali sehari, dan dalam riwayat lain hingga 100 kali. Nabiyyurrahmah
(nabi ramhat) : beliau adalah seorang nabi yang penuh kasih hatta dalam
peperangan pun, diutusnya beliau ke bumi ini adalah sebagai rahmat bagi semesta
alam. Nama-nama tersebut berdasarkan penuturan beliau sendiri. Dan kita tahu
bahwa setiap sabda beliau adalah berdasarkan wahyu. Jadi bisa disimpulkan bahwa
yang memberi nama/gelar tersebut adalah Allah Swt.
2. Nasab Nabi
Muhammad Saw Di dalam buku Shahih Bukhari bab Mab’ats an-Nabiyyi saw, Imam
Bukhari merincikan silsilah nasab Nabi Muhammad saw sebagai berikut: Muhammad
saw bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyai bin
Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin
Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add
bin Adnan. Imam Bukhari menambahkan di dalam Kitab Tarikh al-Kabir: Adnan bin
Udud bin Al-Maqum bin Nahur bin Tarh bin Ya’rab bin Nabit bin Ismail bin
Ibrahim. Menurut para pakar – sebagaimana yang disebutkan oleh sejarawan Syekh
Abdurrahman bin Yahya Al-Yamany –antara Adnan dan Ismail ada sekitar 40 kakek.
3. Kelahiran
Nabi Muhammad Saw Nabi Muhammad saw lahir di Makkah pada hari Senin tanggal 12
Rabi’ul Awwal tahun Gajah dalam keadaan yatim. Penamaan tahun Gajah berkaitan
dengan peristiwa pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman yang ingin
menghancurkan Ka’bah. Namun sebelum sampai ke kota Makkah, mereka diserang oleh
pasukan burung yang membawa batu-batu kerikil panas (lihat QS Al-Fil: 1-5).
Kelahiran Nabi Muhammad Saw bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi.
4. Masa
Menyusui Nabi Muhammad saw pertama kalinya disusui oleh ibunya Aminah dan
Tsuwaibatul Aslamiyah. Namun itu hanya beberapa hari. Selanjutnya beliau
disusui oleh Halimah As-Sa’diyah di perkampungan bani Sa’ad. Nabi Muhammad saw
tinggal bersama keluarga Halimah selama kurang lebih empat tahun. Di akhir masa
pengasuhan keluarga Halimah ini terjadi pembedahan nabi Muhammad saw.
5. Muhammad
Saw di Mata Penduduk Makkah Sejak kecil Muhammad Saw jauh dari tradisi-tradisi
jahiliyah dan tidak pernah melakukan penyembahan terhadap tuhan berhala. Namun
demikian beliau tetaplah seorang yang santun dan jujur, karenanya beliau
terkenal dengan gelar Al-Amien (orang yang terpercaya).
6. Pernikahan
Nabi Muhammad Saw Pada usia yang ke-25 tahun, Muhammad saw menikah dengan
Khadijah binti Khuwailid, seorang janda kaya berusia 40 tahun. Pernikahan ini
diawali dengan lamaran Khadijah kepada Muhammad saw setelah melihat dan
mendengar kelebihan-kelebihan dan akhlaknya.
7.
Isteri-isteri Rasulullah Muhammad Saw Selain Khadijah, isteri-isteri beliau
adalah: Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Zainab
binti Khuzaimah, Ummu Salamah (Hindun binti Umayyah), Zainab binti Zahsy,
Juwairiyah binti Al-Harits, Ummu Habibah (Ramlah), Shafiyah binti Huyay,
Maimunah binti Al-Harits dan Maria Al-Qibtiyah. Nabi Muhammad menikahi mereka
semua setelah Khadijah meninggal dunia. Dan mereka semua beliau nikahi dalam
keadaan janda, kecuali Aisyah ra. Jika dilihat dari faktor tiap pernikahan
beliau, semuanya mempunyai hubungan yang kuat dengan dakwah dan ajaran Islam
yang dibawanya.
8. Anak dan
Putri Nabi Muhammad Saw Anak dan putri nabi Muhammad saw adalah: Qasim, Zainab,
Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, Abdullah dan Ibrahim. Mereka semua lahir dari
rahim Khadijah kecuali Ibrahim dari Maria Al-Qibtiah. Anak-anak beliau yang
laki-laki semuanya meninggal sebelum usia dewasa.
9. Muhammad Saw Menjadi Rasul Allah Turunnya
wahyu pertama QS. Al-A’la: 1-5 di gua Hira pada hari Senin di bulan Ramadan
pada usia yang ke 40 menjadi awal kerasulan Muhammad saw. Wahyu pertama
tersebut berisi: "1) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Yang
menciptakan manusia dari segumpal darah, 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang
Mahamulia, 4) Yang mengajari (manusia) dengan pena, 5) Dia mengajarkan manusia
apa yang tidak diketahuinya." Setelah menerima wahyu tersebut, Muhammad
saw pulang menemui Khadijah dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya.
Khadijah menenangkan: "Bergembiralah! Demi Allah, Dia tidak akan pernah
menyia-nyiakanmu. Demi Allah, engkau ini menghubungkan shilaturrahim (hubungan
kerabat), berkata jujur, menanggung beban orang lemah, membantu orang yang
tidak punya, memuliakan tamu, menolong orang-orang yang ditimpa bencana."
Khadijah lalu mempertemukannya dengan anak pamannya Waraqah bin Naufal, seorang
pendeta Nasrani. Setelah menjelaskan peristiwa yang baru dialaminya di gua
Hira, Waraqah menjelaskan bahwa yang datang kepada Muhammad saw itu adalah
malaikat yang pernah datang kepada nabi Musa As. "Andai kata aku masih
hidup dan kuat di saat engkau diusir oleh kaummu" kata Waraqah.
"Apakah mereka akan mengusirku?" Tanya Muhammad Saw. "Ya…,"
jawabnya. (lihat HR Bukhari dan Muslim).
10. Nabi
Muhammad Saw Hijrah ke Madinah Nabi Saw hijrah ke Madinah pada tahun ke 13
kenabian yang bertepatan dengan tahun 622 M. Di dalam riwayat Ibnu Ishak
dijelaskan bahwa beliau keluar dari rumahnya yang saat itu sedang dikepung oleh
pasukan bersenjata kaum musyrik Makkah yang ingin membunuhnya. Lalu Allah Swt
menidurkan mereka. Sambil membaca QS. Yasin: 1-9 beliau manaruh pasir di kepala
mereka semua, kemudian pergi ke rumah Abu Bakar untuk hijrah bersama ke kota
Madinah. Nabi Muhammad saw tiba di Madinah pada hari Senin tanggal 12 Rabiul
Awwal tahun 1 Hijriyah.
11.
Peperangan Nabi Muhammad Saw Yang mendasari peperangan nabi Muhammad Saw adalah
ayat-ayat berikut : - "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang
diperangi karena sesungguhnya mereka dizhalimi." (Al-Hajj: 39). -
"Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan
melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas" (QS. Al-Baqarah: 190). Dalam hal ini ada aturan-aturan perang,
antara lain: Jangan membunuh anak-anak, orang tua, orang yang menyerah, pendeta
dan petugas rumah ibadah yang tidak menyerang, hewan tanpa tujuan maslahat,
jangan membunuh dengan cara yang sadis dan berlebihan (Tafsir Ibnu Katsir).
Dari sini jelas bahwa peperangan nabi Muhammad saw adalah sebagai upaya
pembelaan terhadap hak, bukan wasilah untuk islamisasi apalagi balas dendam.
Adapun jumlah peperangan yang diikutinya ada sebanyak 27 kali.
12. Akhlak
Nabi Muhammad Saw Allah SWT menggambarkan akhlak nabi Muhammad secara umum di
dalam QS. Al-Qalam ayat 4: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi
pekerti yang luhur" a. Kesabaran Nabi Muhammad Saw Tidak sedikit beban
yang ditanggung oleh nabi Muhammad saw dalam menyebarkan dakwah ajaran yang
dibawanya. Ejekan, makian, perlakuan kasar dan ancaman pembunuhan diterimanya
dari orang-orang musyrik Makkah. Namun itu semuanya tak membuat kesabarannya
luntur. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim diceritakan bahwa Uqbah bin Abu
Mu’ith pernah mencampakkan kotoran onta kepada Rasulullah Muhammad saw
sementara beliau dalam keadaan sujud. Beliau terus sujud hingga putrinya
Fathimah datang membuangnya. Perlakuan kasar kaum Quraisy semakin bertambah
setelah pamannya Abu Thalib dan isterinya Khadijah meninggal dunia pada tahun
10 kerasulan. Karenanya beliau hijrah ke wilayah Thaif. Namun ternyata disini
juga beliau tidak diterima, malah penduduk setempat menyuruh anak-anaknya untuk
melemparinya dengan batu. b. Kasih Sayang Nabi Muhammad Saw Kasarnya tindakan
pengusiran penduduk Thaif terhadap nabi Muhammad saw tidak membuat beliau serta
merta mendoakan mereka dengan azab. Tapi justru sebaliknya: "Bahkan saya
berharap agar Allah menjadikan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah
Allah dan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun," kata beliau saat
malaikat penjaga gunung menawarkan kepadanya untuk menimpakan gunung Abu Qubaisy
dan gunung yang di sebelahnya kepada penduduk Thaif. (Shahih Bukhari). Dan
bagaimana pun juga kasarnya perlakuan dan azab dari kaum musyrik penduduk
Makkah kepadanya dan ummat pengikutnya, tapi itu tak membuatnya dendam kepada
mereka di saat pembebasan Makkah pada tahun 8 H. Malah beliau saw memberikan
amnesti besar-besaran kepada penduduk Makkah.
13.
Keistimewaan yang Allah Berikan Kepadanya a. Lima kelebihan yang tidak
diberikan kepada orang sebelumnya Dari Jabir bin Abdullah ra, nabi Muhammad saw
bersabda: "Saya diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada seorang pun
sebelum saya; diberi kemenangan dengan rasa takut (yang ditimpakan kepada
musuh-musuhku) dalam jarak satu bulan perjalanan, bumi dijadikan tempat shalat
dan suci untukku, maka siapa pun di antara ummatku yang mendapatkan waktu
shalat hendaklah dia melakukannya, dihalalkan untukku harta ghanimah dan itu
tidak dihalalkan kepada orang sebelum saya diberi syafa’at dahulu nabi diutus
hanya kepada kaumnya, tetapi saya diutus kepada seluruh manusia." (HR.
Bukhari dan Muslim) b. Keistimewaannya di hari kiamat Dari Anas ra., nabi
Muhammad saw bersabda: "Saya adalah orang pertama yang diberikan syafaat
pada hari kiamat nanti, nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat, dan
orang pertama yang mengetuk pintu surga" (HR. Muslim). Keistimewaan
lainnya disebutkan di dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:
"Saya adalah pemimpin anak-anak Adam pada hari kiamat nanti, saya orang
pertama yang dibangkitkan dari kubur, dan saya orang pertama yang diberi
syafaat (oleh Allah) dan orang pertama yang memberi syafaat (kepada ummat
manusia)." (HR. Muslim).
14. Ibadah
Beliau Aisyah ra. Berkata: Rasulullah saw pernah shalat hingga dua kakinya
membengkak. Lalu beliau ditegur, beliau menjawab: "Apakah aku tidak pantas
menjadi hamba yang bersyukur?"
15. Nabi
Muhammad Saw Wafat Beliau saw wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11
Hijriyah di waktu Dhuha dengan usia 63 tahun. Sebelum ruhnya dicabut, beliau
membaca : "مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ
النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ, اللهُـمّ اغفِـر لى وارحمنى وألحقنى بالرفيق الأعلى,
اللهم
الرفيق
الأعلى."
* Referensi : - A’rif Nabiyyaka Saw, Qism Ilmiy, Dar Al-Wathan, Riyadh -
Al-Mu’in ar-Raiq min Sirah Khairi al-Khalaiq, Prof. Dr. Sa’id M. Shaleh
Shawabi, Risywan Kairo, 2008. - Mushaf Al-Qur’an Terjemah, Pena, Jakarta, 2002
- Sirah Nabawiyah, Ibnu Katsir, Maktabah Syamilah - Subul al-Huda wa ar-Rasyad,
Maktabah Syamilah - Tafsir Ibnu Katsir - Raudhatul Anwar, Shafiurrahman
Al-Mubarkafury, Pustaka Raja Fahd, Riyadh 1427 H - Uyun al-Atsar, Maktabah
Syamilah
(Tugas Anak Nizar SAH)
Sabtu, 04 Oktober 2014
1.4 Konektivitas Antar Ruang dan Waktu
IPS VII
a. Salah satu kebutuhan hidup yang mendasar pada saat ini adalah kebutuhan bahan
bakar minyak. Tidak semua daerah di Indonesia menghasilkan bahan bakar minyak. Agar
kebutuhan tersebut terpenuhi, bahan bakar minyak didatangkan dari daerah penghasil
minyak ke daerah lain yang tidak menghasilkannya, maka terjadilah konektivitas dan
kesalingtergantungan antara daerah penghasil bahan bakar minyak dan daerah lain
yang membutuhkannya.
b. Penduduk kota menghasilkan berbagai produk industri, seperti pakaian, kendaraan,
barang-barang elektronik, dan lain-lain. Penduduk desa tidak menghasilkan produkproduk
tersebut sehingga mereka pergi ke kota untuk memperoleh barang-barang
tersebut. Sebaliknya, penduduk kota tidak menghasilkan bahan pangan sehingga mereka
memperolehnya dari penduduk desa. Akibatnya, ada aliran barang dari kota ke desa
dan aliran bahan makanan dari desa ke kota.
c. Lapangan pekerjaan banyak tersedia di kota, sedangkan di desa hanya terbatas pada
sektor pertanian. Akibatnya, banyak penduduk desa yang bepergian ke kota untuk bekerja atau mencari pekerjaan.
Konektivitas antar ruang mencangkup seluruh aspek dan bidang kehidupan seperti
ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik. Hal ini terjadi karena manusia selalu
memerlukan manusia lainnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya.
2. Aspek Waktu
Waktu dapat dipahami sebagai kesatuan waktu seperti, detik, menit, jam, hari, minggu,
bulan, abad, dan seterusnya. Waktu terus bergerak maju yaitu dari masa lalu ke masa
depan. Kita tidak dapat mengendalikan waktu karena tidak ada manusia yang dapat
melangkah mundur ke masa lalu atau melompat maju ke masa depan. Hal-hal yang sudah
terjadi di masa lalu tidak dapat diubah kembali karena kita tidak bisa pergi ke masa lalu
untuk mengubahnya. Demikian pula hal-hal yang akan tejadi di masa mendatang, tidak
dapat diketahui dengan pasti karena kita tidak dapat melompat ke masa depan.
Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui berbagai peristiwa
yang terjadi pada masa lalu dan perkembangannya hingga saat ini. Konsep waktu dalam
sejarah mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan
manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan
waktu yang akan datang. Pengetahuan tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada masa
lampau membantu kita memahami perubahan dan perkembangan masyarakat baik dari
aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik hingga kita memperoleh pelajaran
tentang sebab-akibat, baik-buruk, atau benar-salah yang dapat dijaikan sebagai pedoman
hdup pada masa mendatang.
Peristiwa yang terjadi dalam suatu ruang seringkali tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan
rangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. Sebagai contoh, kemerdekaan
yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan kita dulu. Oleh
karena itu, kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan
raganya untuk kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Peristiwa yang terjadi di dalam
suatu ruang tidak hanya dapat diamati dari ruang kecil saja seperti lingkungan sekitar
rumah atau sekolah, namun juga dapat diamati dari ruang yang lebih besar seperti kota, propinsi atau negara.
1.4 Konektivitas Antar-Ruang dan Waktu
1. Aspek Ruang
Menurut (Sumaatmadja, 1981), ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara
keseluruhan maupun hanya sebagian. Bayangkan jika kamu berada di sebuah ruang,
misalnya ruang kelas. Ruang kelas tersebut tidak hanya lantai, tetapi juga ada udara,
langit-langit/plafon ruangan, dan lain-lain. Demikian halnya dengan ruang permukaan bumi,
yang tidak hanya sebatas tanah yang kita injak, tetapi ada udara, air, batuan, tumbuhan,
hewan, dan lain-lain.
Menurut pendapatmu, sampai di manakah batas sebuah ruang? Ruang tidak hanya
sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi juga lapisan atmosfer
terbawah yang memengaruhi permukaan bumi. Ruang juga mencakup perairan yang ada
di permukaan bumi (laut, sungai, dan danau) dan di bawah permukaan bumi (air tanah)
sampai kedalaman tertentu. Ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai
pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme
atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Dengan demikian, batas ruang
dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang memengaruhi kehidupan di
permukaan bumi.
Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda antara satu
dengan lainnya. Tidak ada satu ruang atau satu tempat pun yang persis sama dengan
tempat lainnya. Perhatikanlah sekeliling kamu dan bandingkan dengan tempat lainnya
dilihat dari keadaan fisiknya (tanah, air, batuan, tumbuhan dan hewan) maupun keadaan
masyarakatnya. Masing-masing memiliki perbedaan.
Perbedaan karakteristik ruang biasanya juga diikuti oleh perbedaan sumberdaya yang
dihasilkannya. Karena itu, tidak ada satu ruang pun yang mampu memenuhi seluruh
kebutuhannya sendiri. Setiap ruang atau tempat memerlukan sumber daya dari tempat
atau ruang lainnya. Dari sini, terjadilah keterhubungan/konektivitas antara satu ruang
dengan ruang lainnya. Manusia yang tinggal di suatu ruang saling mengenal, saling
berkomunikasi, dan saling memerlukan dengan manusia yang tinggal di ruang lainnya.
Agar kamu mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang konektivitas antar ruang,
perhatikanlah contoh-contoh berikut ini.
Menurut (Sumaatmadja, 1981), ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara
keseluruhan maupun hanya sebagian. Bayangkan jika kamu berada di sebuah ruang,
misalnya ruang kelas. Ruang kelas tersebut tidak hanya lantai, tetapi juga ada udara,
langit-langit/plafon ruangan, dan lain-lain. Demikian halnya dengan ruang permukaan bumi,
yang tidak hanya sebatas tanah yang kita injak, tetapi ada udara, air, batuan, tumbuhan,
hewan, dan lain-lain.
Menurut pendapatmu, sampai di manakah batas sebuah ruang? Ruang tidak hanya
sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi juga lapisan atmosfer
terbawah yang memengaruhi permukaan bumi. Ruang juga mencakup perairan yang ada
di permukaan bumi (laut, sungai, dan danau) dan di bawah permukaan bumi (air tanah)
sampai kedalaman tertentu. Ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai
pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme
atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Dengan demikian, batas ruang
dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang memengaruhi kehidupan di
permukaan bumi.
Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda antara satu
dengan lainnya. Tidak ada satu ruang atau satu tempat pun yang persis sama dengan
tempat lainnya. Perhatikanlah sekeliling kamu dan bandingkan dengan tempat lainnya
dilihat dari keadaan fisiknya (tanah, air, batuan, tumbuhan dan hewan) maupun keadaan
masyarakatnya. Masing-masing memiliki perbedaan.
Perbedaan karakteristik ruang biasanya juga diikuti oleh perbedaan sumberdaya yang
dihasilkannya. Karena itu, tidak ada satu ruang pun yang mampu memenuhi seluruh
kebutuhannya sendiri. Setiap ruang atau tempat memerlukan sumber daya dari tempat
atau ruang lainnya. Dari sini, terjadilah keterhubungan/konektivitas antara satu ruang
dengan ruang lainnya. Manusia yang tinggal di suatu ruang saling mengenal, saling
berkomunikasi, dan saling memerlukan dengan manusia yang tinggal di ruang lainnya.
Agar kamu mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang konektivitas antar ruang,
perhatikanlah contoh-contoh berikut ini.
a. Salah satu kebutuhan hidup yang mendasar pada saat ini adalah kebutuhan bahan
bakar minyak. Tidak semua daerah di Indonesia menghasilkan bahan bakar minyak. Agar
kebutuhan tersebut terpenuhi, bahan bakar minyak didatangkan dari daerah penghasil
minyak ke daerah lain yang tidak menghasilkannya, maka terjadilah konektivitas dan
kesalingtergantungan antara daerah penghasil bahan bakar minyak dan daerah lain
yang membutuhkannya.
b. Penduduk kota menghasilkan berbagai produk industri, seperti pakaian, kendaraan,
barang-barang elektronik, dan lain-lain. Penduduk desa tidak menghasilkan produkproduk
tersebut sehingga mereka pergi ke kota untuk memperoleh barang-barang
tersebut. Sebaliknya, penduduk kota tidak menghasilkan bahan pangan sehingga mereka
memperolehnya dari penduduk desa. Akibatnya, ada aliran barang dari kota ke desa
dan aliran bahan makanan dari desa ke kota.
c. Lapangan pekerjaan banyak tersedia di kota, sedangkan di desa hanya terbatas pada
sektor pertanian. Akibatnya, banyak penduduk desa yang bepergian ke kota untuk bekerja atau mencari pekerjaan.
Konektivitas antar ruang mencangkup seluruh aspek dan bidang kehidupan seperti
ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik. Hal ini terjadi karena manusia selalu
memerlukan manusia lainnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya.
2. Aspek Waktu
Waktu dapat dipahami sebagai kesatuan waktu seperti, detik, menit, jam, hari, minggu,
bulan, abad, dan seterusnya. Waktu terus bergerak maju yaitu dari masa lalu ke masa
depan. Kita tidak dapat mengendalikan waktu karena tidak ada manusia yang dapat
melangkah mundur ke masa lalu atau melompat maju ke masa depan. Hal-hal yang sudah
terjadi di masa lalu tidak dapat diubah kembali karena kita tidak bisa pergi ke masa lalu
untuk mengubahnya. Demikian pula hal-hal yang akan tejadi di masa mendatang, tidak
dapat diketahui dengan pasti karena kita tidak dapat melompat ke masa depan.
Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui berbagai peristiwa
yang terjadi pada masa lalu dan perkembangannya hingga saat ini. Konsep waktu dalam
sejarah mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan
manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan
waktu yang akan datang. Pengetahuan tentang berbagai peristiwa yang terjadi pada masa
lampau membantu kita memahami perubahan dan perkembangan masyarakat baik dari
aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik hingga kita memperoleh pelajaran
tentang sebab-akibat, baik-buruk, atau benar-salah yang dapat dijaikan sebagai pedoman
hdup pada masa mendatang.
Peristiwa yang terjadi dalam suatu ruang seringkali tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan
rangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. Sebagai contoh, kemerdekaan
yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan kita dulu. Oleh
karena itu, kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan
raganya untuk kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Peristiwa yang terjadi di dalam
suatu ruang tidak hanya dapat diamati dari ruang kecil saja seperti lingkungan sekitar
rumah atau sekolah, namun juga dapat diamati dari ruang yang lebih besar seperti kota, propinsi atau negara.
@@@@@Selamat Belajar@@@@@
Rabu, 17 September 2014
Hindu Budha,,,,,, Kelas VII
Buat : Anak2ku Kelas VII,,,
Selamat Belajar,,,,,,,,,,
Hindu-Buddha dan Peninggalannya di
Indonesia
Pada
masa perdagangan kuno, kota-kota di pesisir Pulau Sumatra dan
Jawa berkembang menjadi pusat perdagangan. Pedagang yang singgah di
kota-kota pesisir tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga
dari luar negeri. Hal itu terjadi karena letak Kepulauan Indonesia berada di
daerah yang strategis, yaitu di antara dua benua dan dua samudra. Keadaan
ini menyebabkan Indonesia menjadi daerah yang dilewati jalur perdagangan
dan pelayaran internasional.
1. Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu-Buddha
ke Indonesia
Menurut sejarawan van Leur dan Wolters, hubungan dagang antara Indonesia dan India lebih dahulu berkembang daripada hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Namun, sumber sejarah untuk mengungkapkan hubungan antara Indonesia dan India ini sangat terbatas, yaitu melalui kitab-kitab sastra dan sumbersumber dari Barat. Sementara itu, orang-orang Cina mempunyai kebiasaan menuliskan kisah perjalanannya sehingga banyak ditemukan sumber-sumber tentang hubungan dagang Indonesia-Cina.
Dari hubungan perdagangan, muncul beberapa teori mengenai proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. Teori-teori
tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Teori Brahmana
Penguasa-penguasa wilayah Nusantara ingin mendapat status
terhormat di mata tamu-tamunya, yaitu para pedagang asing dari India
dan Cina. Mereka kemudian mengundang para Brahmana dari India.
Sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk memeluk agama
Hindu agar memperoleh penetapan sebagai kasta kesatria melalui
upacara wratyastoma yang harus diselenggarakan oleh seorang
brahmana.
b. Teori Kesatria
Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia akibat pengaruh para
bangsawan. Teori ini dikemukakan F.D.K. Bosch yang beranggapan
bahwa telah terjadi kolonisasi oleh orang-orang India. Daerah koloni
ini menjadi pusat penyebaran budaya India. Bahkan ada yang
berpendapat bahwa kolonisasi yang terjadi disertai penaklukan melalui
perang. Pemegang peranan terhadap proses masuknya kebudayaan
Hindu-Buddha di Indonesia adalah golongan prajurit atau kasta kesatria.
c. Teori Waisya
Menurutnya N.J. Krom, golongan kesatria bukan merupakan
golongan terbesar di antara orang-orang India yang datang ke Indonesia.
Krom berpendapat bahwa masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
karena peranan kepada kasta waisya (pedagang). Mereka menetap di
Indonesia kemudian menyebarkan kebudayaan India melalui hubungan
dengan penguasa di Indonesia. Krom mengisyaratkan telah terjadi
perkawinan antara pedagang India dan penduduk asli Indonesia.
Jawa berkembang menjadi pusat perdagangan. Pedagang yang singgah di
kota-kota pesisir tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga
dari luar negeri. Hal itu terjadi karena letak Kepulauan Indonesia berada di
daerah yang strategis, yaitu di antara dua benua dan dua samudra. Keadaan
ini menyebabkan Indonesia menjadi daerah yang dilewati jalur perdagangan
dan pelayaran internasional.
1. Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu-Buddha
ke Indonesia
Menurut sejarawan van Leur dan Wolters, hubungan dagang antara Indonesia dan India lebih dahulu berkembang daripada hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Namun, sumber sejarah untuk mengungkapkan hubungan antara Indonesia dan India ini sangat terbatas, yaitu melalui kitab-kitab sastra dan sumbersumber dari Barat. Sementara itu, orang-orang Cina mempunyai kebiasaan menuliskan kisah perjalanannya sehingga banyak ditemukan sumber-sumber tentang hubungan dagang Indonesia-Cina.
Dari hubungan perdagangan, muncul beberapa teori mengenai proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. Teori-teori
tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Teori Brahmana
Penguasa-penguasa wilayah Nusantara ingin mendapat status
terhormat di mata tamu-tamunya, yaitu para pedagang asing dari India
dan Cina. Mereka kemudian mengundang para Brahmana dari India.
Sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk memeluk agama
Hindu agar memperoleh penetapan sebagai kasta kesatria melalui
upacara wratyastoma yang harus diselenggarakan oleh seorang
brahmana.
b. Teori Kesatria
Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia akibat pengaruh para
bangsawan. Teori ini dikemukakan F.D.K. Bosch yang beranggapan
bahwa telah terjadi kolonisasi oleh orang-orang India. Daerah koloni
ini menjadi pusat penyebaran budaya India. Bahkan ada yang
berpendapat bahwa kolonisasi yang terjadi disertai penaklukan melalui
perang. Pemegang peranan terhadap proses masuknya kebudayaan
Hindu-Buddha di Indonesia adalah golongan prajurit atau kasta kesatria.
c. Teori Waisya
Menurutnya N.J. Krom, golongan kesatria bukan merupakan
golongan terbesar di antara orang-orang India yang datang ke Indonesia.
Krom berpendapat bahwa masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia
karena peranan kepada kasta waisya (pedagang). Mereka menetap di
Indonesia kemudian menyebarkan kebudayaan India melalui hubungan
dengan penguasa di Indonesia. Krom mengisyaratkan telah terjadi
perkawinan antara pedagang India dan penduduk asli Indonesia.
d.
Teori Arus Balik
Teori arus balik dikemukakan oleh van Leur. Menurutnya, orang
Indonesia juga memiliki peran dalam proses masuknya kebudayaan
India. Para pedagang dari Indonesia, datang sendiri ke India karena
penasaran dengan kebudayaan tersebut. Mereka menetap di India
selama beberapa waktu kemudian pulang kembali dengan membawa
kebudayaan India dan menyebarkannya. Teori ini disebut teori arus
balik.
Selain dengan India, bangsa Indonesia pada zaman kuno telah menjalin
hubungan dagang dengan Cina. Satu hal yang penting dalam hubungan
dagang antara Indonesia dan Cina adalah adanya hubungan pelayaran
langsung antara kedua tempat tersebut. Bukti adanya pelayaran antara
Indonesia dan Cina berasal dari abad V Masehi. Hal ini ditunjukkan dalam
catatan perjalanan dua orang pendeta Buddha, yaitu Fa-Hsien dan
Gunawarman.
Sebuah berita mengenai hubungan antara orang Indonesia dan Cina
adalah datangnya utusan dari Ho-lo-tan, sebuah negeri di She-po (Jawa).
Hubungan dagang Indonesia dengan India dan Cina telah menempatkan
Indonesia pada jaringan pergaulan internasional. Selain itu, pengaruh India
serta Cina telah menyebabkan perubahan dalam tata susunan masyarakat
di Indonesia.
Teori arus balik dikemukakan oleh van Leur. Menurutnya, orang
Indonesia juga memiliki peran dalam proses masuknya kebudayaan
India. Para pedagang dari Indonesia, datang sendiri ke India karena
penasaran dengan kebudayaan tersebut. Mereka menetap di India
selama beberapa waktu kemudian pulang kembali dengan membawa
kebudayaan India dan menyebarkannya. Teori ini disebut teori arus
balik.
Selain dengan India, bangsa Indonesia pada zaman kuno telah menjalin
hubungan dagang dengan Cina. Satu hal yang penting dalam hubungan
dagang antara Indonesia dan Cina adalah adanya hubungan pelayaran
langsung antara kedua tempat tersebut. Bukti adanya pelayaran antara
Indonesia dan Cina berasal dari abad V Masehi. Hal ini ditunjukkan dalam
catatan perjalanan dua orang pendeta Buddha, yaitu Fa-Hsien dan
Gunawarman.
Sebuah berita mengenai hubungan antara orang Indonesia dan Cina
adalah datangnya utusan dari Ho-lo-tan, sebuah negeri di She-po (Jawa).
Hubungan dagang Indonesia dengan India dan Cina telah menempatkan
Indonesia pada jaringan pergaulan internasional. Selain itu, pengaruh India
serta Cina telah menyebabkan perubahan dalam tata susunan masyarakat
di Indonesia.
2.
Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia
Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dari India di Indonesia
sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari hasil akulturasi yang ada di berbagai
bidang. Istilah yang tepat untuk menyebut pengaruh agama dan budaya
Hindu-Buddha pada budaya Indonesia menurut Prof. Dr. F.D.K. Bosch
disebut fecundation (penyuburan), yaitu penyuburan budaya Indonesia oleh
budaya Hindu-Buddha. Kenyataan menunjukkan bahwa budaya Hindu-
Buddha tidak menghilangkan budaya asli Indonesia. Oleh orang Indonesia,
budaya Hindu-Buddha dimodifikasi sesuai dengan keadaan masyarakat.
Pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Buddha dari India di Indonesia
sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari hasil akulturasi yang ada di berbagai
bidang. Istilah yang tepat untuk menyebut pengaruh agama dan budaya
Hindu-Buddha pada budaya Indonesia menurut Prof. Dr. F.D.K. Bosch
disebut fecundation (penyuburan), yaitu penyuburan budaya Indonesia oleh
budaya Hindu-Buddha. Kenyataan menunjukkan bahwa budaya Hindu-
Buddha tidak menghilangkan budaya asli Indonesia. Oleh orang Indonesia,
budaya Hindu-Buddha dimodifikasi sesuai dengan keadaan masyarakat.
Beberapa
pengaruh Hindu-Buddha di antaranya sebagai berikut:
a. Bidang Bahasa dan Aksara
Dengan datangnya pengaruh budaya India maka dipergunakan
bahasa dari India, terutama bahasa Sanskerta dan Pali. Walaupun
demikian, tidak berarti bahwa bahasa Nusantara menjadi tersisih dan
punah. Bahasa Jawa Kuno dan bahasa Melayu Kuno tetap dipakai,
bahkan nantinya diperkaya dengan istilah-istilah dari bahasa Sanskerta.
Dalam bidang aksara, penduduk Nusantara mulai melek aksara
dengan dikenalnya aksara Pallawa dan Nagari (atau disebut juga
Siddham). Dalam perkembangannya, para empu Nusantara menciptakan
aksara baru yang disebut aksara Kawi (ada juga yang menyebutnya
aksara Jawa Kuno).
b. Bidang Teknologi Bangunan
Sebelum datangnya pengaruh budaya India, masyarakat
Nusantara membangun monumen punden berundak sebagai
sarana untuk pemujaan kepada roh nenek moyang. Pemujaan
kepada dewa/Bodisatwa di Nusantara digunakan teknologi
pembuatan bangunan suci yang disebut candi, petirtaan, dan
stupa.
Mula-mula bangunan candi sebagai tempat pemujaan
kepada dewa dibangun sesuai dengan aturan dalam Kitab
Silpasastra, bangunan utama berada di tengah-tengah percandian.
Tetapi ketika pemujaan kepada leluhur tampil kembali
dalam kepercayaan, bentuk candi pun menyesuaikan diri,
kembali ke bangunan punden berundak, bangunan utama
berada di bagian belakang dan bangunan candi terlihat
bertingkat-tingkat. Hal ini terlihat pada bangunan candi di Jawa
Timur. Bangunan candi mengalami persesuaian dengan
bangunan punden berundak.
c. Bidang Agama
Sebelum mendapat pengaruh agama-agama dari India, penduduk
Nusantara telah memiliki kepercayaan animisme, dinamisme,
animatisme, totemisme, dan fetisisme. Dengan masuknya budaya India,
penduduk Nusantara secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu
dan Buddha, diawali oleh lapisan elite para datu dan keluarganya.
Walaupun demikian, lapisan bawah terutama di pedesaan masih banyak
yang tetap menganut kepercayaan asli berupa pemujaan kepada nenek
moyang.
Dalam perkembangannya, agama Hindu dan agama Buddha
berpadu menjadi agama Siwa Buddha. Bahkan agama campuran ini
masih diwarnai dengan kepercayaan-kepercayaan asli Nusantara. Bukti
pendukung tentang akulturasi agama ini dapat dilihat dari dimasukkannya
dewa dewi asli Nusantara dalam susunan para dewa Hindu, yaitu
Sang Hyang Tunggal dan Sang Hyang Wenang, justru sebagai moyang
para dewa.
pengaruh Hindu-Buddha di antaranya sebagai berikut:
a. Bidang Bahasa dan Aksara
Dengan datangnya pengaruh budaya India maka dipergunakan
bahasa dari India, terutama bahasa Sanskerta dan Pali. Walaupun
demikian, tidak berarti bahwa bahasa Nusantara menjadi tersisih dan
punah. Bahasa Jawa Kuno dan bahasa Melayu Kuno tetap dipakai,
bahkan nantinya diperkaya dengan istilah-istilah dari bahasa Sanskerta.
Dalam bidang aksara, penduduk Nusantara mulai melek aksara
dengan dikenalnya aksara Pallawa dan Nagari (atau disebut juga
Siddham). Dalam perkembangannya, para empu Nusantara menciptakan
aksara baru yang disebut aksara Kawi (ada juga yang menyebutnya
aksara Jawa Kuno).
b. Bidang Teknologi Bangunan
Sebelum datangnya pengaruh budaya India, masyarakat
Nusantara membangun monumen punden berundak sebagai
sarana untuk pemujaan kepada roh nenek moyang. Pemujaan
kepada dewa/Bodisatwa di Nusantara digunakan teknologi
pembuatan bangunan suci yang disebut candi, petirtaan, dan
stupa.
Mula-mula bangunan candi sebagai tempat pemujaan
kepada dewa dibangun sesuai dengan aturan dalam Kitab
Silpasastra, bangunan utama berada di tengah-tengah percandian.
Tetapi ketika pemujaan kepada leluhur tampil kembali
dalam kepercayaan, bentuk candi pun menyesuaikan diri,
kembali ke bangunan punden berundak, bangunan utama
berada di bagian belakang dan bangunan candi terlihat
bertingkat-tingkat. Hal ini terlihat pada bangunan candi di Jawa
Timur. Bangunan candi mengalami persesuaian dengan
bangunan punden berundak.
c. Bidang Agama
Sebelum mendapat pengaruh agama-agama dari India, penduduk
Nusantara telah memiliki kepercayaan animisme, dinamisme,
animatisme, totemisme, dan fetisisme. Dengan masuknya budaya India,
penduduk Nusantara secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu
dan Buddha, diawali oleh lapisan elite para datu dan keluarganya.
Walaupun demikian, lapisan bawah terutama di pedesaan masih banyak
yang tetap menganut kepercayaan asli berupa pemujaan kepada nenek
moyang.
Dalam perkembangannya, agama Hindu dan agama Buddha
berpadu menjadi agama Siwa Buddha. Bahkan agama campuran ini
masih diwarnai dengan kepercayaan-kepercayaan asli Nusantara. Bukti
pendukung tentang akulturasi agama ini dapat dilihat dari dimasukkannya
dewa dewi asli Nusantara dalam susunan para dewa Hindu, yaitu
Sang Hyang Tunggal dan Sang Hyang Wenang, justru sebagai moyang
para dewa.
d.
Bidang Seni
Pengaruh agama Hindu-Buddha juga terjadi di bidang seni. Misalnya
dalam seni arca, relief, sastra, musik, dan wayang. Berikut beberapa
contoh pengaruh dalam bidang seni:
1) Arca
Bangsa Indonesia belajar membuat arca dewa dari budaya
India. Arca Nusantara yang sederhana dikembangkan menjadi seni
arca yang secara kualitas lebih baik, tetapi arca yang tampil adalah
arca dewa/perwujudan raja yang hidup. Pembuatan arca yang
dinamis ini berlangsung sampai dengan zaman Tumapel-Singasari.
Sejak zaman Tumapel-Singasari sampai zaman Majapahit, arca
Nusantara sudah tampil beda, kaku seperti mayat. Tahapan ini
menandai tampilnya kembali seni arca prasejarah berkaitan dengan
pemujaan para leluhur. Terjadilah akulturasi seni arca, arca dari
para dewa tetapi dengan penampilan kaku seperti mayat karena
sekaligus menggambarkan leluhur yang sudah di alam surga.
Pengaruh agama Hindu-Buddha juga terjadi di bidang seni. Misalnya
dalam seni arca, relief, sastra, musik, dan wayang. Berikut beberapa
contoh pengaruh dalam bidang seni:
1) Arca
Bangsa Indonesia belajar membuat arca dewa dari budaya
India. Arca Nusantara yang sederhana dikembangkan menjadi seni
arca yang secara kualitas lebih baik, tetapi arca yang tampil adalah
arca dewa/perwujudan raja yang hidup. Pembuatan arca yang
dinamis ini berlangsung sampai dengan zaman Tumapel-Singasari.
Sejak zaman Tumapel-Singasari sampai zaman Majapahit, arca
Nusantara sudah tampil beda, kaku seperti mayat. Tahapan ini
menandai tampilnya kembali seni arca prasejarah berkaitan dengan
pemujaan para leluhur. Terjadilah akulturasi seni arca, arca dari
para dewa tetapi dengan penampilan kaku seperti mayat karena
sekaligus menggambarkan leluhur yang sudah di alam surga.
2)
Relief
Dengan datangnya pengaruh seni relief dari India, relief
yang terpahat pada candi-candi tampil sebagai relief tinggi yang
khas Nusantara, menggambarkan suasana Nusantara (bukan
gambaran versi India). Sejak zaman Tumapel-Singasari tampil
gaya yang berbeda yaitu lebih menampilkan seni relief
Nusantara asli, yaitu relief wayang yang dipahat sebagai relief
rendah.
3Musik
Sebelum kedatangan pengaruh India bangsa Indonesia
sudah memiliki tradisi musik yang tinggi. Pada saat itu alat musik
yang berkembang antara lain nekara, kendang, kecer, dan
kemanak. Masuknya pengaruh India menyebabkan penambahan
beberapa alat musik, di antaranya vina (gitar
bersenar tiga) dan harpa.
Dengan datangnya pengaruh seni relief dari India, relief
yang terpahat pada candi-candi tampil sebagai relief tinggi yang
khas Nusantara, menggambarkan suasana Nusantara (bukan
gambaran versi India). Sejak zaman Tumapel-Singasari tampil
gaya yang berbeda yaitu lebih menampilkan seni relief
Nusantara asli, yaitu relief wayang yang dipahat sebagai relief
rendah.
3Musik
Sebelum kedatangan pengaruh India bangsa Indonesia
sudah memiliki tradisi musik yang tinggi. Pada saat itu alat musik
yang berkembang antara lain nekara, kendang, kecer, dan
kemanak. Masuknya pengaruh India menyebabkan penambahan
beberapa alat musik, di antaranya vina (gitar
bersenar tiga) dan harpa.
4)
Wayang
Budaya India juga berpengaruh pada wayang. Wayang dan
musiknya (gamelan) merupakan kebudayaan asli dari Nusantara
berkaitan dengan pemujaan kepada roh para leluhur. Namun,
budaya India memperkaya wayang dengan menyumbangkan
beragam cerita, yaitu dari epos Mahabharata dan Ramayana. Jadi,
wayang dan gamelannya merupakan asli Nusantara sementara
cerita yang dimainkannya berasal dari India. Dalam wayang terdapat
pula aspek politik, yaitu penyampaian kritik-kritik sosial. Wayang
dapat juga digunakan sebagai wadah penyampaian hal-hal baru
yang tidak dapat diberikan secara langsung.
Budaya India juga berpengaruh pada wayang. Wayang dan
musiknya (gamelan) merupakan kebudayaan asli dari Nusantara
berkaitan dengan pemujaan kepada roh para leluhur. Namun,
budaya India memperkaya wayang dengan menyumbangkan
beragam cerita, yaitu dari epos Mahabharata dan Ramayana. Jadi,
wayang dan gamelannya merupakan asli Nusantara sementara
cerita yang dimainkannya berasal dari India. Dalam wayang terdapat
pula aspek politik, yaitu penyampaian kritik-kritik sosial. Wayang
dapat juga digunakan sebagai wadah penyampaian hal-hal baru
yang tidak dapat diberikan secara langsung.
e.
Bidang Sastra
Sebelum masuknya pengaruh India, sastra Nusantara berupa sastra
lisan. Dengan masuknya pengaruh sastra dari India, sejak zaman
Mataram sampai dengan zaman Majapahit awal dikenal sastra tembang
yang disebut kakawin (ka-kawi-an). Memasuki zaman Majapahit
pertengahan irama kakawin digeser oleh irama kidung.
Sebelum masuknya pengaruh India, sastra Nusantara berupa sastra
lisan. Dengan masuknya pengaruh sastra dari India, sejak zaman
Mataram sampai dengan zaman Majapahit awal dikenal sastra tembang
yang disebut kakawin (ka-kawi-an). Memasuki zaman Majapahit
pertengahan irama kakawin digeser oleh irama kidung.
Sabtu, 06 September 2014
Tema 1.2.1 Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia
TEMA I
KEADAAN
ALAM DAN AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA
1.2
Keadaan Alam Indonesia
1.2.3 FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA
Keragaman Flora
dan Fauna di Indonesia
Indonesia
memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan,
keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama-sama
dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari
Departemen Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan di
Indonesia mencapai 8.000spesies yang sudah teridentifikasi dan jumlah spesies
hewan mencapai 2.215 spesies. Spesieshewan terdiri atas 515 mamalia, 60 reptil,
1.519 burung, dan 121 kupu-kupu.
Besarnya
keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan
kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yangbesar memungkinkan tumbuhnya
beragam jenis tumbuhan. Mengapa demikian? Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang
sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yangdapat tumbuh dan
karena itu makin banyak hewanyang dapat hidup di daerah tersebut.
a. Persebaran
Flora di Indonesia
Flora
di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo-
Malayan dan
Indo-Australian. Kelompok Indo-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau
yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Kelompok Indo-Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau
yang termasuk dalam kawasan ini adalah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku,dan
Papua.
b. Persebaran
Fauna Indonesia
Fauna
Indonesia dapat dikelompokkanmenjadi tiga corak yang berbeda, yaitu
fauna bagian
barat, tengah, dan timur. Garisyang memisahkan fauna Indonesia bagian
Barat dan Tengah
dinamakan garis Wallace,sedangkan garis yang memisahkan fauna
Indonesia bagian
Tengah dan Timurdinamakan Garis Weber.
Fauna bagian
barat memiliki ciri atautipe seperti halnya fauna Asia sehingga
disebut tipe
Asiatis (Asiatic). Fauna bagiantimur memiliki ciri atau tipe yang mirip
dengan fauna
yang hidup di Benua Australiasehingga disebut tipe Australis (Australic).
Fauna
bagian tengah merupakan faunaperalihan yang ciri atau tipenya berbeda
dengan fauna
Asiatis maupun Australis.Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak
ditemukan di tempat lainnya di Indonesia.Fauna tipe ini disebut fauna
endemis
a) Flora, beberapa
jenis hutan di Indonesia :
- hutan hujan
tropis
- hutan musim
- hutan stepa
- hutan bakau
Jenis-jenis
flora di Indonesia terbagi menjadi :
1. Flora di Indonesia bagian barat adalah tipe Asiatis (memiliki kesamaan dengan
benua Asia), ciri-ciri :
-
Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga (jati, meranti, kruing,
mahoni dll).
- Selalu hijau sepanjang tahun
- Bersifat heterogen
- Terdapat tumbuhan endemik (hanya ada di daerah
tersebut) yaitu Raflesia Arnoldi di
Sumatra.
-
Banyak kawasan hutan mangrove (di
pantai timur Sumatra, pantai barat dan selatan Kalimantan, pantai barat dan
utara Jawa).
2. Flora di Indonesia bagian tengah
-
Yang ada hanyalah hutan semusim / hutan
homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di Nusa Tenggaara yang ada hanyalah
sabana (padang rumput yang luas dengan tumbuhan kayu di sana-sini) dan stepa
(tanah kering yang hanya ditumbuhi semak belukar)
- Tumbuhan
palma, cemara dan pinus.
3. Flora di Indonesia bagian timur adalah tipe
Australis (memiliki kesamaan dengan benua Australia).
-
Didominasi hutan hujan tropis, dimana
jenis floranya memiliki kesamaan dengan flora di benua Australia
- Flora ciri khas di kawasan ini yaitu anggrek.
b. Fauna,
dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
1. Fauna Asiatis (Indonesia bagian
barat)
ciri-ciri
:
Mamalia
ukuran besar (harimau, gajah, tapir), berbagai jenis kera(babon), jenis ikan
air tawar, sedikit burung berwarna(burung enggang), reptile, fauna endemik
(badak bercula satu, burung merak, jalak bali, orang utan).
2. Fauna
Peralihan (karena memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan Indonesia bagian
barat maupun timur)
Contoh:
Burung maleo, anoa, komodo, babirusa,
Perbedaan
karakteristik fauna antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian
tengah dibatasi dengan garis khayal yaitu garis Wallacea.
3.
Fauna Australis (Indonesia bagian timur)
ciri-ciri :
ciri-ciri :
Mamalia berukuran kecil (walaby, possum),
memiliki satu jenis kera, hewan berkantung (kanguru), banyak jenis burung
berbulu indah (kakak tua), sedikit jenis ikan air tawar, kadal salamander,
fauna endemik (cendrawasih, kasuari)
Perbedaan
karakteristik fauna antara Indonesia bagian tengah dengan Indonesia bagian timur dibatasi dengan garis
khayal yaitu garis Webber.
Selamat Belajar,,,,, Smg bermanfaat,,,,,
Selamat Belajar,,,,, Smg bermanfaat,,,,,
A
Langganan:
Postingan (Atom)

